Yudisium Fakultas Teknologi Kedirgantaraan Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 – Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

👩🏻‍🎓 YUDISIUM FAKULTAS TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN 👨🏻‍🎓
🎓 SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2020/2021 🎓 

Fakultas Teknologi Kedirgantaraan mengadakan yudisium yang dilaksanakan pada tanggal 11 November 2021. Proses tersebut dilaksansakan di Aula Hercules Kampus A,  Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Fakultas Teknologi Kedirgantaraan dapat menggelar yudisium secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan. Sebelum dilaksanakan Wisuda, umumnya dilaksanakan yudisium terlebih dahulu di tingkat Fakultas. Wisuda adalah tanda pengukuhan telah selesainya studi di program studi yang diambil, sementara Yudisium adalah penerapan nilai dan kelulusan mahasiswa di Fakultas tersebut.

Gambar 1. Peserta Yudisium FTK Semester Genap T.A. 2020/2021

Terlihat kebahagiaan sangat terpancar yang dirasakan oleh para peserta Yudisium FTK setelah menjalani seluruh rangkaian acara yudisium. Setelah dibacakan surat keputusan Dekan, para peserta seperti dibebas tugaskan dari perkuliahan yang mengikat para peserta setiap hari.

Acara yudisium yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Kedirgantaraan yang dihadiri oleh Dekan FTK yaitu Bapak Ir. Freddy Franciscus,M.M., Wakil Dekan I yaitu Ibu Aprilia Sakti K, S.Si,M.Si., Kaprodi Teknik Penerbangan yaitu Ibu Endah Yuniarti, S.Si,M.Sc., Kaprodi Teknik Aeronautika yaitu Bapak Bismil Rabeta, S.T,M.T., Sekretaris Program Studi Teknik Penerbangan yaitu Bapak Mufti Arifin, S.T,M.T., para dosen, para instruktur dan para peserta yudisium dari Teknik Penerbangan maupun Tenik Aeronautika.

Total dari keseluruhan lulusan peserta yang mengikuti yudisium adalah 69 peserta terdiri dari 49 mahasiswa Teknik Penerbangan dan 20 mahasiswa Teknik Aeronautika. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknologi Kedirgantaraan berpesan bahwa lulusan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma harus menjadi lulusan yang cepat dan dapat beradaptasi dengan kemajuan di era industri kedepannya. Di era industri 4.0 yaitu pemanfaatan internet, cloud, dan big data untuk otomasi kegiatan dan pelayanan. Maka akan segara kita hadapi era industri 5.0 yaitu kebangkitan SOCIETY / masyarakat, teknologi, dan data dengan kemampuan memecahkan masalah yang kompleks, berpikir kritis, dan kreatif. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dari era industri 4.0 untuk menyongsong era industri 5.0, antara lain : Menguasai knowledge dasar atau khusus ilmu teknik penerbangan, menguasai teknologi, menguasai 1-2 bahasa asing, perbanyak relasi, personal branding, serta attitude yang baik dan professional.

Gambar 2. Special Performance FTK

 

Pada yudisium ini juga dipaparkan hasil penelitian beberapa mahasiswa dari Teknik Penerbangan dan Teknik Aeronautika, yaitu  : Arie Dwi Arjuna Nababan, S.T., Jodia Victory Rumagit, S.T., Diaz Septian, S.T. dan Naufal Daryansyah, A.Md. Sambutan wakil lulusan yaitu Agung Laksono, S.T. dan special performance oleh Indirwan Alex dari Teknik Penerbangan angkatan 2017, Arista Yudha Saragih dari Teknik Penerbangan Angkatan 2019 dan Fernando F Rotty dari Alumni Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma.

Gambar 3. Teknik Penerbangan Angkatan 2013, 2014, 2015, 2016 dan extensi 2019

Gambar 4. Teknik Penerbangan Angkatan 2017

Gambar 5. Teknik Aeronautika Angkatan 2018

Selamat kepada para peserta yudisium program studi Teknik Penerbangan dan program studi Teknik Aeronautika yang telah dinyatakan lulus oleh Dekan Fakultas Teknologi Kedirgantaraan. Semoga mahasiswa dan mahasiswi Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma khususnya Teknik Perbangan dan Teknik Aeronautika dapat bersaing dalam bidang akademik, pekerjaan hingga hal lainnya dengan Universitas lain di dunia industri dan masyarakat. Semoga apa yang di cita-citakan oleh para peserta yudisium hari ini dapat tercapai sesuai dengan keinginannya dan selalu diberi kebahagian.

Gambar 6. Foto Bersama Dekan FTK, Wadek I FTK, Kaprodi Teknik Aeronautika, para Dosen & Instruktur, serta para peserta yudisium

Fakultas Teknologi Kedirgantaraan – International Conference on Aviation Industry Education and Regulation

Faculty of Aerospace Technology
Aerospace University of Air Marshal Suryadarma
✨Proudly Present✨
✈️ AVINER ✈️
“International Conference on Aviation Industry Education and Regulatioan”

Pada pertengahan Oktober lalu, tepatnya tanggal 13-14 Oktober, Fakultas Teknologi Kedirgantaraan, UNSURYA berhasil menyelenggarakan konferensi ilmiah internasional yang pertama, dengan nama International Conference on Aviation Industry, Education, and Regulation, atau disingkat AVINER 2021. Fakultas yang dipimpin oleh Ir. Freddy Franciscus, M.M. sebagai Dekan, menyelenggarakan konferensi ini dalam dua hari, dengan menggabungkan kegiatan workshop untuk para dosen dan pemakalah, dengan seminar ilmiah.

Workshop yang diselenggarakan pada hari pertama terdiri dari dua sesi yang masing-masing menyajikan materi tentang Hak Kekayaan Intelektual yang disampaikan oleh Juldin Bahriansyah dari BRIN Indonesia, dan sesi kedua tentang penulisan buku ajar untuk perguruan tinggi yang difasilitasi oleh penerbit Deep Publish Yogyakarta. Workshop ini diharapkan dapat membuka kesempatan lebih besar bagi para dosen dan peneliti, untuk mendapatkan HAKI, atau untuk dapat menulis dan menerbitkan buku ajar bagi mahasiswa di bidangnya masing-masing. Workshop dan seluruh rangkaian acara ini dibuka oleh Kepala LLDikti Wilayah 3, Prof. Agus Setyo Budi, M.Sc. dan didampingi oleh Wakil Dekan, Aprilia Sakti K., M.Si, sebagai Chairperson of AVINER 2021.

Gambar 1. Workshop I dan Workshop II, Aviner 2021.

Hari kedua pelaksanaan merupakan puncak acara yang mengundang Pembicara dari berbagai negara untuk berbagi ilmu dan berdiskusi tentang topik-topik yang berkaitan dengan tema tahun ini, yaitu Empowering Millennial Generation to Support 4.0 Aviation Industry by Research and Science. Tema ini diambil untuk membangkitkan dunia pendidikan di bidang aviasi sehingga menyadari kebutuhan pendidikan teknologi 4.0 untuk mempersiapkan lulusan perguruan tinggi di era ini.

Gambar 2. Opening Speech (Direktur DKPPU Kemenhub, Bpk. Dadun Kohar.), Keynote Speaker (Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa dari BRIN Indonesia, Prof. Dr. Ir. Rr. Erna Sri Adiningsih, M.Si).

Dengan mengumandangkan “Indonesia Raya”, dan tari kreasi baru Genjring Party Dance, hari kedua dibuka oleh Rektor UNSURYA, Dr. Potler Gultom, S.H., M.M, disusul dengan pidato pembukaan oleh Direktur DKPPU Kemenhub, Bpk. Dadun Kohar, dan didampingi oleh Dekan FTK. Pembicara kunci pada AVINER 2021 ini adalah Prof. Dr. Ir. Rr. Erna Sri Adiningsih, M.Si. Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa dari BRIN Indonesia, KASAU RI tahun 2002-2005 Marsekal Chappy Hakim, Prof. Yulfian Aminanda dari Institut Teknologi Brunei Darussalam, Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo dari Chiba University Jepang, dan Tommy Tamtomo, Ph.D, akademisi dari Harvard University, USA.

Gambar 3. Guest Speakers, Aviner 2021.

Selayaknya konferensi ilmiah, AVINER 2021 juga sudah menyebarkan pengumuman Call for Paper di berbagai media elektronik dan cetak, sejak bulan Mei 2021. CFP ini berhasil mengumpulkan 29 makalah dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Makalah yang berhasil melalui review tahap pertama, dipaparkan dalam parallel session setelah sesi seminar pagi di hari kedua. Sesi ini dibagi dalam tiga ruangan dalam aplikasi zoom, sesuai dengan sub topiknya. Makalah-makalah ini sekarang sedang dalam proses review tahap kedua untuk diterbitkan dalam proseding berindeks Scopus. Makalah yang cukup baik akan diajukan ke jurnal internasional bereputasi, sedangkan makalah yang belum memenuhi standar, akan dimuat di jurnal yang belum berindeks internasional, atau belum berindeks Sinta 2 atau 1.

Gambar 4. Parallel Sessions, Aviner 2021.

Seluruh pelaksanaan acara diawaki oleh dosen, asisten dosen, dan mahasiswa di lingkungan FTK, serta didukung oleh fasilitas umum dan jaringan universitas. Tanpa berlebihan, AVINER 2022 yang sedang dipersiapkan Term of Reference nya, diharapkan akan memberikan warna baru, semangat baru, melibatkan lebih banyak dosen, peneliti, mahasiswa, pelaku industri, dan regulator, serta terlepas dari suasana pandemi yang sudah membelenggu masyarakat dunia. (ASK)